Senin, 01 Desember 2014

                             PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
                                      INFORMASI TERHADAP BIDANG
                                              AKUNTANSI MANAJEMEN

 TugasJurnal:PKTI 1B

ABSTRAK
Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang signifikan dalam dunia bisnis. Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang muncul, antara lain
Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS),Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS),Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS).  Perkembangan teknologi informasi juga
berpengaruh terhadap bidang akuntansi manajemen selaku bidangpenghasil informasi dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Pengaruh tersebut dapat bersifat
menguntungkan maupun merugikan perusahaan.
Kata kunci: teknologi informasi, akuntansi manajemen, informasi,pengambilan keputusan.


1. PENDAHULUAN
Pada masa kini, sebagian besar masyarakat semakin merasakan informasi
sebagai salah satu kebutuhan pokok disamping kebutuhan akan sandang, pangan
dan papan. Seiring dengan hal itu, informasi telah berubah bentuk menjadi suatu
komoditi yang dapat diperdagangkan. Keadaan ini terbukti dengan semakin
berkembangnya bisnis pelayanan informasi, seperti stasiun televisi, surat kabar,
radio dan internet yang telah memasuki sendi-sendi kehidupan manusia. Perubahan
lingkungan yang pesat, dinamis dan luas tersebut didukung oleh kemajuan teknologi
informasi disegala bidang.  Hal ini telah mendorong transformasi masyarakat
tradisional menjadi masyarakat informasi.
Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak dalam kehidupan
masyarakat.  Sejak diketemukannya komputer pada tahun 1955, peradaban dunia
telah memasuki era informasi. Teknologi informasi dengan komputer sebagai motor
penggeraknya telah mengubah segalanya. Pemrosesan informasi berbasis komputer
mulai dikenal orang dan hingga saat ini sudah banyak software yang dapat
digunakan orang sebagai alat pengolah data untuk menghasilkan informasi.
Dibidang akuntansi, sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer
banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para
akuntan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, relevan,  tepat waktu,
lengkap, dapat dipahami, dan teruji.
Dalam era bisnis global, pengaruh kemajuan teknologi informasi tidak dapat
dihindarkan lagi, seperti penggunaan telepon, faksimili, komputer, dan satelit dalam
berbagai aktivitas sarana berkomunikasi perusahaan. Teknologi informasi
memungkinkan manusia untuk memperoleh informasi dari tempat yang berjauhan
dalam waktu yang singkat dan dengan biaya yang murah.
Manajemen organisasi harus tanggap pada perubahan lingkungan ini jika ingin
organisasinya tetap dapat bertahan dan meningkat kinerjanya. Manajemen
organisasi juga harus sensitif terhadap pengaruh perkembangan teknologi yang
mencakup informasi, peralatan teknik dan proses dalam mengubah input menjadi
output. Selain itu, manajemen harus dapat memahami dengan baik peran sistem
informasi dalam organisasi (Eliot, 1992).
Perubahan lingkungan ini juga menuntut akuntansi manajemen sebagai suatu
sistem informasi untuk menyediakan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat
waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan
manajemen.

2. TEKNOLOGI INFORMASI DAN PERKEMBANGANNYA
Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi
dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin
singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya
tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.  Untuk
mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan
memanfaatkan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi fasilitator dan
interpreter. Semula teknologi informasi digunakan hanya terbatas pada pemrosesanPengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen data. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi tersebut, hampir semua
aktivitas organisasi saat ini telah dimasuki oleh aplikasi dan otomatisasi teknologi
informasi.
Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai perpaduan antara teknologi
komputer dan telekomunikasi dengan teknologi lainnya seperti perangkat keras,
perangkat lunak, database, teknologi jaringan, dan peralatan telekomunikasi
lainnya. Selanjutnya, teknologi informasi dipakai dalam sistem informasi organisasi
untuk menyediakan informasi bagi para pemakai dalam rangka pengambilan
keputusan.
Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi
informasi yang muncul, antara lain Electronic Data Processing Systems,  Data
Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information
System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan
Accounting Information System (AIS) (Bodnar, 1998).  Saluran komunikasi yang
dapat digunakan untuk berkomunikasi adalah standard telephone lines, coaxial
cable, fiber optics, microwave systems, communications satellites, cellular radio and
telephone.  Sedangkan konfigurasi jaringan yang dapat dipakai untuk berkomunikasi
adalah Wide Area Network (WAN),  Local Area Network (LAN), dan Client/Server
Configurations (Romney, 2000).
EDP adalah penggunaan teknologi komputer untuk menyelenggarakan
pemrosesan data yang berorientasi pada transaksi organisasi. Sistem ini digunakan
untuk mengolah data transaksi yang sifatnya rutin (sehari-hari). Sistem ini tidak
dapat membantu pekerjaan pihak manajemen yang berkaitan dengan pengambilan
keputusan. Sistem ini hanya bermanfaat untuk meningkatkan ketepatan waktu dan
frekuensi penyajian laporan.  Secara fundamental, EDP merupakan aplikasi sistem
informasi akuntansi dalam setiap organisasi.  Istilah data processing (DP)
sebenarnya sama dengan EDP.
MIS merupakan penggunaan teknologi komputer untuk menyediakan informasi
yang berorientasi pada manajemen level menengah.  MIS mengakui adanya
kenyataan bahwa para manajer dalam suatu organisasi membutuhkan informasi
dalam rangka pengambilan keputusan dan bahwa sistem informasi berbasis
komputer dapat membantu penyediaan informasi bagi para manajer.
DSS adalah suatu sistem informasi yang datanya diproses dalam bentuk
pembuatan keputusan bagi pemakai akhir. Karena berorientasi pada pemakai akhir,
maka DSS membutuhkan penggunaan model-model keputusan dan database khusus
yang berbeda dengan sistem DP.  DSS diarahkan pada penyediaan data yang nyata,
khusus, dan informasi yang tidak rutin yang diminta oleh manajemen. DSS dapat
digunakan untuk menganalisis kondisi pasar sekarang atau pasar potensial. DSS
juga dapat membantu mengubah proses bisnis, dimana umumnya manajer membuat
semua keputusan, namun dengan adanya teknologi informasi seperti decision
support tools,  access database, dan modelling software, pengambilan keputusan
menjadi bagian setiap orang.
ES merupakan sistem informasi yang berbasis pada pengetahuan yang
menggunakan pengetahuan tentang bidang aplikasi khusus untuk menjalankan
kegiatan sebagai konsultan ahli bagi pemakai akhir. Seperti DSS, ES membutuhkan
penggunaan model-model keputusan manajemen dan database khusus. Tidak seperti
DSS, ES juga membutuhkan pengembangan basis pengetahuan dan inference engine.Jurnal Akuntansi & Keuangan.
Jika DSS membantu manajemen dalam rangka pengambilan keputusan, maka ES
membuat keputusan tersebut.
EIS merupakan suatu sistem informasi yang berkaitan dengan kebutuhan
manajemen puncak mengenai informasi strategik dalam proses pengambilan
keputusan strategik.  Sedangkan AIS merupakan sebuah sistem yang menyediakan
informasi bersifat keuangan dan non keuangan bagi para pengambil keputusan.
Penggunaan teknologi informasi pada aktivitas perusahaan seperti pada  value
chain dapat menghasilkan beberapa keuntungan, seperti penghematan biaya,
percepatan waktu operasi, peningkatan produktivitas, percepatan waktu pengiriman
barang dan jasa kepada pelanggan, serta peningkatan nilai barang dan jasa yang
tinggi pada pelanggan.
Salah satu teknologi informasi yang tidak kalah pentingnya adalah  pemakaian
Electronic Data Interchange (EDI).  EDI adalah komunikasi antar komputer dengan
tujuan meningkatkan efektivitas dan mengurangi pekerjaan yang sifatnya klerikal.
Hansen dan Hill (1989) mendefinisikan EDI sebagai pergerakan dokumen bisnis
dalam format terstruktur antara berbagai patner bisnis dalam suatu organisasi.
Dengan EDI, dokumen yang diterima dapat memerintahkan komputer secara
otomatis. EDI yang terintegrasi memberikan peluang pada manajer untuk
berkonsentrasi penuh pada pengambilan keputusan strategik dan meningkatkan
kemampuan dalam pengendalian beberapa aktivitas.
Teknologi akan terus berkembang. Teknologi informasi yang kuat akan menjadi
competitive edge bagi perusahaan dan sekaligus menjadi  entry barrier (Fasio, 1994).
Bagi organisasi yang ingin maju dan berkembang, tidak ada alasan untuk tidak
menggunakan teknologi sepanjang hal itu dapat mempermudah perusahaan
menyesuaikan diri dengan lingkungannya (Hanscombe, 1989).

3. PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP
BIDANG AKUNTANSI MANAJEMEN
Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang
memproses input sehingga menghasilkan output untuk mencapai tujuan khusus
manajemen. Proses adalah inti dari sistem informasi akuntansi manajemen.  Proses
dapat dijelaskan oleh aktivitas seperti pengumpulan,  (collecting), pengukuran
(measuring), penyimpanan (storing), analisis (analysis), pelaporan (reporting), dan
pengelolaan  (managing) informasi. Output yang dihasilkan dapat berupa laporan
khusus, biaya produksi, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, bahkan
komunikasi personal. Model operasional dari sistem informasi akuntansi manajemen

Sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tiga tujuan utama, yaitu (1)untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perhitungan biaya jasa,
produk dan tujuan lain yang diinginkan manajemen,(2) untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan
perbaikan yang berkesinambungan, serta (3) untuk menyediakan informasi yang
berguna dalam pengambilan keputusan (Hansen, 2000). Ketiga tujuan ini
mengungkapkan bahwa manajer dan pengguna lainnya membutuhkan informasi
akuntansi manajemen dan perlu mengetahui bagaimana cara menggunakannya.Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen
Informasi akuntansi manajemen dapat membantu manajemen mengidentifikasikan
suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja. Informasi
akuntansi manajemen dibutuhkan dan digunakan dalam semua lingkup manajemen,
meliputi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Lebih jauh lagi,
kebutuhan akan informasi tidak terbatas pada organisasi manufaktur, tetapi juga
mencakup organisasi dagang dan jasa.
Lingkungan ekonomi yang dihadapi banyak perusahaan dewasa ini telah
menuntut adanya pengembangan terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen
yang inovatif dan relevan. Tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan
ekonomi. Perubahan ini menyebabkan terciptanya lingkungan baru pada bidang
akuntansi manajemen, setidak-tidaknya untuk sejumlah besar organisasi. Karena
lingkungan berubah, maka akuntansi manajemen tradisional tidak digunakan lagi.
Faktor-faktor kunci perubahan ini adalah (1) orientasi kepada pelanggan, (2)
perspektif lintas fungsional, (3) persaingan global), (4) manajemen mutu total (TQM),
(5) waktu sebagai unsur kompetitif, (6) kemajuan dalam teknologi informasi, (7)
kemajuan lingkungan manufaktur, (8) pertumbuhan dan deregulasi dalam industri
jasa, dan (9) manajemen berdasarkan aktivitas (ABM).
Ada dua kemajuan yang signifikan berhubungan dengan teknologi informasi.
Yang pertama erat kaitannya dengan manufaktur yang terintegrasi dengan
komputer  (Computer-Integrated Manufacturing = CIM). Dengan proses produksi
terotomatisasi, komputer digunakan untuk memonitor dan mengendalikan berbagai
operasi. Dengan penggunaan komputer, sejumlah besar informasi yang berguna
dapat dikumpulkan dan dilaporkan kepada manajer dengan segera. Apa yang sedang
terjadi di bagian produksi dapat diketahui dengan segera pula. Sekarang sudah
dimungkinkan untuk memantau produk secara terus menerus ketika mereka
bergerak menuju pabrik dan mencatat berbagai hal pada saat yang sama, sepertiJurnal Akuntansi & Keuangan 
biaya unit yang diproduksi, bahan yang digunakan, sisa, dan biaya produksi.
Hasilnya adalah suatu sistem informasi yang secara terpadu mengintegrasikan data
proses produksi dengan pemasaran dan akuntansi.
Otomatisasi tersebut dapat meningkatkan kuantitas dan kecepatan informasi.
Karena manajer memanfaatkan nilai sistem informasi yang lebih kompleks, maka
mereka harus memiliki akses data dari sistem dan mampu memilah serta
menganalisisnya secara cepat dan efisien. Di lain pihak, ini mengimplikasikan
bahwa alat-alat untuk analisis harus andal.
Kemajuan kedua adalah ketersediaan alat-alat yang dibutuhkan, seperti
ketersediaan komputer personal (PC), software, dan paket-paket grafis yang
memudahkan pengguna  (user friendly). Komputer personal berfungsi sebagai
penghubung komunikasi ke sistem informasi perusahaan, sedangkan  software dan
paket grafis memberikan manajer kemampuan analitis untuk menggunakan
informasi tersebut. Alat bantu PC dan  software tersedia bagi manajer dari semua
jenis organisasi.  PC dan software yang mudah pengoperasiannya memungkinkan
manajer melakukan lebih banyak analisis dan mengurangi ketergantungannya pada
departemen sistem informasi yang tersentralisasi.  Jika sebuah PC juga bertindak
sebagai suatu terminal dan dihubungkan ke database organisasi, maka manajer
dapat mengakses informasi dengan cepat dan menyiapkan lebih banyak laporannya.
Akuntan manajemen sekarang lebih fleksibel merespon kebutuhan manajerial untuk
aktivitas kalkulasi biaya produksi yang lebih kompleks.  Selain itu, kemampuan
perhitungan yang cepat dewasa ini telah memungkinkan penyusunan laporan pada
saat dibutuhkan.  Banyak perusahaan menemukan bahwa peningkatan daya respon
dari sistem informasi akuntansi manajemen kontemporer memungkinkan mereka
merealisasikan penghematan biaya secara berarti melalui penghapusan sejumlah
besar laporan bulanan internal.
Hansen dan Mowen (2000) menyatakan bahwa akuntansi manajemen tidak
hanya dipengaruhi oleh lingkungannya, namun akuntansi manajemen itu sendiri
dapat mempengaruhi perkembangan dalam organisasi, masyarakat, dan lingkungan
lainnya.
Beberapa  trend yang berpengaruh pada bidang akuntansi manajemen antara
lain adalah increasing requirement, advance informations technology, dan just in time
divercity. Perkembangan yang terjadi dalam akuntansi manajemen akibat kemajuan
teknologi informasi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu  customer orientation, total
quality management, time as competitive element, advances in the information
technology, advances in the manufacturing environment, service industry growth dan
global competition.
Akuntansi manajemen harus mampu menghadapi tantangan perubahan
lingkungan sehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan perubahan
teknologi manufaktur, teknologi sistem informasi dan persaingan global. Sistem
akuntansi manajemen harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
Selain itu, kemajuan teknologi membawa dampak terhadap perkembangan dunia
industri yang menuntut adanya kriteria penilaian kinerja perusahaan untuk
mencapai tujuan secara optimal.  Kriteria tersebut menyebabkan bidang akuntansi
manajemen untuk dapat menyajikan informasi yang dapat dipercaya, relevan, tepat
waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji dalam rangka pengambilan keputusan
manajemen, baik strategik maupun taktis.Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen
Kemajuan teknologi informasi juga membawa dampak besar pada
perkembangan dalam paradigma maupun pada teknologi manufaktur. Beberapa
faktor akuntansi manajemen yang mendasar mengalami perubahan akibat
penggunaan teknologi informasi.  Perubahan tersebut antara lain mencakup proses
perencanaan, pengendalian aktivitas rutin, struktur organisasi dan situasi kerja.
Dalam situasi dimana lingkungan berubah, maka rencana organisasi juga harus
berubah agar tetap bertahan dan keadaan organisasi tetap stabil. Organisasi yang
dihadapkan dengan perubahan lingkungan harus responsif jika tidak ingin
mengalami penurunan aktivitas yang tidak dapat dihindarkan.  Kondisi ini
mengharuskan manajemen untuk selalu melakukan peningkatan yang inovatif
secara kontinu disegala aspek agar perusahaan dapat tetap bertahan dalam
persaingan yang sangat ketat, bahkan dapat memungkinkan perusahaan dapat
menjadi leading company.
Akuntansi manajemen hendaknya memperhatikan aplikasi konsep-konsep
manajemen dan akuntansi yang tepat, serta teknik untuk menyajikan informasi
keuangan yang berguna bagi manajemen dalam melakukan perencanaan,
pengawasan, pengambilan keputusan, dan alokasi sumber daya yang paling
ekonomis. Dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, penerapan
teknologi informasi merupakan suatu tantangan bagi akuntansi manajemen dalam
menghadapi teknologi yang ada. Akuntan manajemenlah yang menentukan
keputusan untuk menyesuaikan kemampuan teknologi informasi dengan
kemampuan atau kapasitas perusahaan. Akuntan manajemen bertanggung jawab
menciptakan iklim yang positif untuk melakukan perubahan didalam suatu
organisasi. Jelasnya, terdapat keuntungan bagi manajemen untuk mengaplikasikan
teknologi informasi. Teknologi informasi juga dapat memberikan kesempatan dan
mendukung perusahaan untuk mampu lebih berkompetisi dalam era globalisasi.
Pengertian kemampuan yang lebih kompetitif mengacu pada penyediaan fasilitas
untuk dapat bersaing melalui perbaikan mutu pelayanan.
Berikut ini adalah beberapa contoh implementasi teknologi informasi dalam
akuntansi manajemen.  Penerapan EDI dalam  Just In Time (JIT) menawarkan
pengendalian persediaan, mengarahkan orientasi pada kualitas dan efisiensi tenaga
kerja. EDI juga memberikan peluang pada akuntan manajemen dalam
meningkatkan kualitas yang berkaitan dengan production, shedulling, sales
forecasting, mempercepat  internal response time, berhubungan secara lebih dekat
dengan pelanggan, dan membantu manajemen dalam meningkatkan pengendalian
aktivitas bisnis.  Dalam  Activity Based Costing (ABC), teknologi informasi dapat
diterapkan untuk mengolah informasi biaya sehingga dapat memberi kejelasan
mengenai sumber atau penyebab dari pos-pos biaya secara cepat dan terorganisasi.
Sedangkan dalam Total Quality Control (TQC), teknologi informasi dapat diterapkan
untuk melakukan perbaikan berkelanjutan sehingga memungkinkan menghasilkan
produk yang sempurna (zero-defect) dan mutu produk merupakan tanggung jawab
dari semua bagian. Perkembangan teknologi informasi dalam akuntansi manajemen
juga dapat menyediakan informasi tentang korelasi antara biaya dan waktu dengan
cepat dan relevan. Hal ini menjadikan manajer mampu merespon perubahan kondisi
pasar secara cepat dan tepat. Selain itu, penerapan manufacturing cell dapat
mempercepat waktu yang digunakan untuk produksi dan menurunkan biaya
produksi.Jurnal Akuntansi & Keuangan
Munculnya  Computer–Integrated Manufacturing (CIM) juga merupakan salah
satu bentuk penerapan teknologi informasi.  CIM mengaplikasikan beberapa
kemampuan. Yang pertama, produk dirancang melalui pemanfaatan sistem
rancangan komputer  (Computer-Assisted Design (CAD)). Yang kedua, rancangan
diuji dengan menggunakan sistem rekayasa komputer  (Computer-Assisted
Engineering (CAE)). Yang ketiga, produk dibuat dengan menggunakan sistem
(Computer-Assisted Manufacture (CAM)).  CAM menggunakan mesin dan robot yang
dikendalikan oleh komputer.  Yang keempat, sistem informasi yang menghubungkan
berbagai macam komponen terotomatisasi.  Salah satu ciri CAM adalah sistem
manufaktur yang fleksibel, yaitu sistem yang mampu membuat produk yang dimulai
dan diakhiri dengan menggunakan robot serta alat-alat otomatis yang dikendalikan
oleh komputer mainframe.  Kemampuan menghasilkan berbagai produk yang sama
ini merupakan suatu keunggulan.
Tantangan bagi akuntan manajemen lainnya adalah berupa tekanan luar yang
berasal dari  partner dagang (internal pressure).  Banyak perusahaan dan organisasi
yang menyadari bahwa mereka tidak dapat melanjutkan aktivitas usahanya bila
tidak bergabung dengan Information Technology Network.  Perusahaan yang
ketinggalan dalam menerapkan teknologi informasi akan sulit berkomunikasi
dengan yang lain disamping tidak dapat bersaing.  Sedangkan perusahaan yang
telah mengimplementasikan teknologi informasi merasa enggan untuk berhubungan
dengan perusahaan yang belum mengimplementasikan teknologi informasi.
Akuntan manajemen juga harus mempertimbangkan pesatnya perkembangan
teknologi informasi.  Mereka harus mampu menyesuaikan tingkat perkembangan
perusahaan dengan tersedianya perangkat keras dan perangkat lunak yang ada.
Implementasi teknologi informasi harus mempertimbangkan bukan hanya biaya
investasi saja, melainkan juga biaya perawatan dan biaya operasi, termasuk biaya
tenaga ahli dan pemakaian jaringan pada pihak ketiga.
Akhirnya, dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi informasi
harus juga disesuaikan dengan kultur atau budaya manusia secara umum.  Jangan
sampai dalam mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi informasi tersebut
hanya melihat dari sisi teknologinya saja tanpa mempertimbangkan konteks sosial
dan kultur di negara asal yang kondisinya jauh berbeda. Dari gambaran diatas,
terdapat suatu fenomena yang menarik, yaitu sistem informasi dan teknologi yang
canggih akan memberikan peluang untuk membuat organisasi lebih hidup.

4. BERBAGAI MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT PERKEMBANGAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN CARA MENGATASINYA
Perkembangan teknologi informasi disatu sisi menguntungkan akuntansi
manajemen. Tetapi disisi lain dapat menimbulkan beberapa masalah. Bahkan
teknologi informasi merupakan salah satu penyebab adanya tekanan bisnis pada
organisasi. Permasalahan yang timbul akibat perkembangan teknologi informasi
adalah sebagai berikut:
a. Untuk menerapkan  teknologi informasi dalam perusahaan memerlukan biaya
yang besar.Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Bidang Akuntansi Manajemen
b. Pengembangan teknologi informasi tidak hanya membutuhkan pengetahuan dan
kemampuan teknis di bidang akuntansi saja, tetapi pengetahuan tentang
teknologi informasi juga harus dikembangkan.  Hal ini berkaitan dengan masalah
information literacy yang perlu ditingkatkan agar pemanfaatan teknologi
informasi dapat dioptimalkan.  Pengetahuan mengenai teknologi informasi bukan
sekedar pengetahuan secara teknis, akan tetapi lebih pada kekuatannya secara
strategis.
c. Teknologi informasi yang diterapkan tersebut harus  acceptable, artinya dapat
diterima oleh semua orang yang akan menggunakannya.  Jika perkembangan
teknologi tidak acceptable, maka dapat menimbulkan perilaku yang tidak
diharapkan seperti resistance to change (penolakan terhadap perubahan).
Resistance to change muncul karena tidak semua orang mudah menerima
perubahan dan menganggap bahwa adanya perubahan berarti hambatan, bahkan
dapat merupakan ancaman.   Resistance to change juga dapat timbul karena
kurangnya pengetahuan atau ketidakmampuan dalam mengoperasikan teknologi
informasi yang baru.  Sebaliknya, bagi orang-orang yang dinamis, perkembangan
teknologi informasi merupakan dorongan untuk semakin mengembangkan diri.
Beberapa contoh anggapan bahwa perkembangan teknologi informasi merupakan
ancaman, yaitu seorang mandor yang merasa kedudukannya terancam jika pihak
manajemen memutuskan untuk menggunakan sistem pengawasan terpusat
dengan monitor kamera.  Atau seorang manajer menganggap perubahan sebagai
ancaman bila wewenang dan kekuasaan yang dimilikinya menjadi berkurang
akibat penerapan teknologi informasi.
d. Perkembangan teknologi informasi menuntut semakin banyaknya keahlian yang
dimiliki oleh karyawan atau pekerja dalam organisasi.  Oleh karena itu
pendidikan tambahan dan pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan ketrampilan dari karyawan atau pekerja.
e. Perkembangan teknologi informasi juga memungkinkan hilangnya kesempatan
kerja khususnya bagi karyawan tingkat bawah, karena teknologi informasi
tersebut dapat menjalankan tugas mereka.  Teknologi informasi hanya
menciptakan kesempatan kerja baru bagi tenaga ahli atau individu yang benarbenar memenuhi kualifikasi.
f. Dipihak lain ada yang beranggapan bahwa perkembangan teknologi informasi
dapat menimbulkan pemborosan, karena diperlukan biaya yang besar untuk
pengadaan peralatan-peralatan yang canggih yang diperlukan serta pengadaan
pelatihan bagi karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang
dimiliki.
g. Ada juga pihak yang tidak senang dengan kehadiran komputer yang dianggap
menjadikan mereka malas bekerja dan membosankan.  Keadaan ini disebut
dengan  functional fixaction (tidak bersedia menerima sesuatu yang baru
walaupun sesuatu yang baru itu lebih bermanfaat).
h. Dengan semakin canggihnya teknologi informasi maka memungkinkan
munculnya kejahatan-kejahatan teknologi informasi.
Untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul akibat perkembangan teknologi
informasi, maka diusahakan beberapa tindakan. Masalah  resistance to change harus
dihilangkan karena hal ini dapat mengakibatkan menurunnya produktivitas,Jurnal Akuntansi & Keuangan 
meningkatkan angka absensi, dan mengurangi motivasi atau pemogokan kerja
(Gordon, 1993). Untuk mencegah kondisi yang tidak diinginkan, Gordon
menyarankan agar anggota organisasi atau pekerja dilibatkan dalam pelaksanaan
tugas tertentu dan menciptakan lingkungan yang mendukung kualitas anggota
organisasi.  Selain itu perlu memberikan kesadaran pada karyawan bahwa
penggunaan teknologi informasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang
dan menunjukkan kelemahan sistem lama. Selanjutnya Gordon mengajukan
beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengurangi  resistance to change terhadap
perubahan implementasi teknologi informasi, antara lain communication,
educational program, evolusional change, employee involment, new policies and
procedures, staff change, temporary structure dan steering committee.
Untuk dapat memiliki keahlian dan kemampuan tentang teknologi informasi,
maka anggota organisasi perlu mendapatkan tambahan pendidikan dan pelatihan
serta pemberian ketrampilan-ketrampilan yang relevan.
Selain itu, sebelum pihak manajemen organisasi mengimplementasikan
teknologi informasi yang baru, mereka harus mempertimbangkan besarnya biaya
yang diperlukan dan manfaat yang akan diperoleh  (cost – benefit analysis).
Teknologi informasi akan diterapkan apabila manfaat yang diperoleh dengan
menggunakan teknologi informasi lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan
untuk mengimplementasikan teknologi informasi.  Hal ini disebut juga sebagai value
of information technology. Oleh karena itu, akuntan manajemen perlu
mempertimbangkannya dengan baik sebelum mengambil keputusan.  Keamanan
harus senantiasa ditingkatkan, untuk menghindari penyalahgunaan teknologi
informasi.  Misalnya dengan menyimpan komputer pada tempat yang aman, hanya
boleh digunakan oleh orang-orang tertentu yang berkepepentingan.

5.KESIMPULAN
Teknologi informasi yang saat ini sudah berkembang pesat.Dengan berkembangnya perubahan-perubahan akuntansi manajemen akan disesuaikan dengan perkembangan itu sendiri.
hadirnya teknologi dapat meringankan ativitas perusahaan,, perkembangan teknologi informasi juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi perusahaan, seperti tertutupnya
kesempatan kerja, timbulnya kejahatan kejahatan teknologi informasi yang dapat merugikan perusahaan.

6.SARAN
Teknologi informasi ada kala baiknya digunakan sesuai kebutuhan dalam bidang masing-masing.
Teknologi informasi itu bukan hanya dalam bidang perusahaan berlaku tetapi semua kalangan masyarakat juga dapat menggunakannya.

nice :)

                 

Rabu, 26 November 2014

                                  Peter Says Denim
       Disini saya   akan   Membahas Salah satu produk indonesia yang Mendunia.
Jika anda termasuk salah satu pecinta produk jeans atau Denim anda pasti mengenal salah satu produk bernama Peter SaysDenim, dan anda pasti mengira salah satu brand terkenal ini berasal dari luar negeri, dugaan anda salah, produk ini merupakan asli buatan Indonesia yang diciptakan oleh Peter Firmansyah seorang anak muda yang berasal dari Indonesia yang menciptakan dan memproduksi jeans, baju, serta perlengkapan fashion lainnya yang telah dikenal diluar negeri dan bersanding dengan merk-merk lainnya seperti Ripcurl, Volcom, Machbeth, dll. Produk PSD (Peter says denim) buatan Peter Firmansyah juga banyak digunakan oleh band-band dari dalam dan luar negeri karena kualitasnya. Kesuksesan yang diraih oleh Peter Firmansyah tidak serta merta dicapai dalam waktu yang cepat melainkan membutuhkan waktu yang lama, Peter Firmansyah merupakan Anak muda kelahiran Kota Sumedang, pada tanggal 4 Februari 1984. Peter Firmansyah terlahir dari keluarga yang sederhana. Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. 

Peter Firmansyah pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan. Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter. Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu Peter Firmansyah berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru. Selain itu, Peter juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket. Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta.

Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter Firmansyah memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya perselisihan yang sempat disesali Peter karena sudah menghabiskan biaya besar. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas, Peter Firmasnyah kemudian mulai berkerja di pabrik yang membuat produk Rusty, Volcom dan globe. Dari situlah Peter Firmansyah mulai belajar tentang pemilihan produk, pembuatan, hingga pemasaran produk. Pada tahun 2005, Peter Firmansyah kemudian nekat membuat produk jeans dengan nama Defense berbekal pengalaman yang ia dapat dari pabrik pembuatan produk produk terkenal namun singkat cerita produk buatannya gagal dipasaran.

Peter Firmansyah juga seorang pemain band, dan dari band-nya "Peter says sorry" itulah kemudian Peter punya banyak kenalan musisi dan tahu bagaimana kebutuhan musisi terutama band-band rock untuk tampil di sebuah stage. Dan memang pengalaman adalah guru yang terbaik. Pekerjaan yang dimulai dari bawah akan lebih banyak memberi ilmu, dan membuat kita bergerak terus ke atas daripada mereka yang kemudian sudah start dari atas. Yang ada justru kebanyakan mereka collapse dan jatuh ke bawah. Alasannya jelas, mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan di bawah, karena sebenarnya pusat dari sebuah produksi adalah bagaimana kinerja mereka yang di bawah. Pada tahun 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.

Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Bermodal tabungannya sebanyak Rp 5 juta, ia mulai memproduksi celana jins sendiri. Pertama-tama, Peter membuat lima potong jins. Ternyata, produk perdananya ini laris. Pesanan berdatangan dan ia menambah produksi hingga 20 potong lebih. Selama enam bulan pertama, ia benar-benar membanting tulang. Mulai belanja bahan, mengukur, mengawasi tukang jahit, hingga mengantarkan pesanan jins ke konsumen ia kerjakan sendiri.

Akan tetapi, jins yang diberi merek Peter Says Denim (PSD) itu tak selamanya laku. Sebab, sejak awal, ia membanderol jins dengan harga tinggi. Karena itu, ia kerap menerima cemoohan dan penolakan konsumen. Peter Firmansyah lantas memasang strategi dengan fokus mempromosikan jins buatannya ke anak-anak band. Ia melakukan pendekatan khusus supaya anak band yang jam terbang sudah banyak mau memakai jinsnya sebagai promosi. Tak hanya band lokal, Peter juga mendekati band-band luar negeri. Peter lalu membuat website khusus untuk menjajakan produk Peter Says Denim. Untuk memperkuat bisnis online ini, ia menggelontorkan lagi duit Rp 5 juta. Ternyata pilihan itu tepat. Lewat situs online-nya, Peter Say Denim dikenal di Amerika, Kanada, Australia, Singapura, dan Malaysia. Hasilnya, kini saban bulan, Peter memproduksi 500 hingga 1.000 potong jins.
Peter Firmansyah, Petersaysdenim

Meski bisnis distro di Bandung menjamur hingga 400 gerai lebih, jins Peter Says Denim tetap unggul lantaran berani tampil beda. Peter Firmansyah mengaku, jins buatannya sebenarnya tak beda jauh dengan jins lokal lain. Tapi, dia berhasil mengubah citra produk lokal yang tak bisa bersaing dengan kualitas nomor satu layaknya jins branded. Tak butuh waktu relatif lama, usahanya dalam berbisnis jeans mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri. Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim. Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.
Saat ini Peterb Firmansyah telah berhasil mewujudkan mimpi-mimpinya tersebut. Dia telah menjadi seorang pengusaha muda dengan omset ratusan juta perbulan dan tengah merencanakan untuk membuka sebuah kantor perwakilan PSD lagi di Amerika Serikat. Selain itu, Peter telah mengembangkan usahanya ke bidang lain seperti studio tato dan label rekaman. Dia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini dia masih memiliki mimpi-mimpi yang ingin untuk dia raih.
               Biografi Menteri koordinator bidang perekonomian
     
        Disini saya akan membahas tentang mengenai latarbelakang salah satu kabinet Menteri yang dipilih oleh Presiden JOKOWIDODO.
Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD lahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia, 23 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia ke-16
Petahana
Mulai menjabat
27 Oktober 2014
PresidenJoko Widodo
Didahului olehChairul Tanjung
Menteri Negara BUMN Indonesia ke-4
Masa jabatan
9 Mei 2007 – 22 Oktober 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Didahului olehSoegiharto
Digantikan olehMustafa Abubakar
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia ke-2
Masa jabatan
21 Oktober 2004 – 9 Mei 2007
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Didahului olehSyamsul Mu'arif
sebagai Menteri Negara Komunikasi dan Informasi
Digantikan olehMohammad Nuh
Informasi pribadi
Lahir23 September 1953 (umur 61)
Bendera Indonesia Aceh Timur, Aceh,Indonesia
KebangsaanIndonesia
Suami/istriRatna Megawangi
Alma materUniversitas Indonesia
AgamaIslam

Dr. Sofyan A. Djalil, SH, MA, MALD lahir di Aceh Timur, Aceh, Indonesia, 23 September 1953; umur 61 tahun adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu Sebelumnya dari Oktober 2004 hingga Mei 2007 ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika dalam kabinet yang sama. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia di Kabinet Kerja Periode 2014-2019 oleh Presiden Jokowi, 
Sofyan berasal dari keluarga sederhana di peureulak Aceh Timur. Karena dia sadar kemampuan ayahnya yang tukang cukur dan ibunya yang guru ngaji, Sofyan saat kecil mencari uang dengan menjual telur itik di daerahnya. Sejak dewasa, dia pindah ke Jakarta, dan sempat menjadi penjaga mesjid di Menteng Raya 58 dan kondektur metromini. Pada saat itu juga ia terlibat dalam aktivitas kegiatan kemasyarakatan sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seiring perjalanan waktu, dengan kegigihan yang dimiliki Sofyan, akhirnya dia bisa kuliah di Universitas Indonesia, dan suatu ketika berkenalan denganRatna Megawangi dari IPB Bogor, sampai mereka menjalani kehidupan keluarga dan kuliah di Amerika.
Pendidikan
  • Sarjana Hukum (SH), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Jakarta, bidang studi Hukum Bisnis, tahun 1984
  • Master of Arts (M.A.), The Graduate School of Arts and Sciences, Tufts University, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat, bidang studi Public Policy, tahun 1989
  • Master of Arts in Law and Diplomacy (M.A.L.D.), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Economic Relation, tahun 1991
  • Doctor of Philosophy (Ph.D), The Fletcher School of Law and Diplomacy, Tufts University, Medford, Massachusetts, AS, bidang studi International Financial and Capital Market Law and Policy, tahun 1993

Sertifikasi


  • Wakil Penjamin Emisi Efek, Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1996
  • Wakil Manajer Investasi, Panitia Standar Profesi Pasar Modal, tahun 1997

Pengalaman kerja

  • Menteri Negara BUMN Republik Indonesia
  • Managing Partner, Sofyan Djalil & Partners
  • Komisaris Utama, PT Multi Adiprakarsa Manunggal (Kartuku)
  • Komisaris Independen, PT Kimia Farma, Tbk (Mei 2003-sekarang)
  • Pengurus, Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia, LKDI (2003-sekarang)
  • Anggota, Badan Arbitrasi Pasar Modal Indonesia, BAPMI (2003-sekarang)
  • Anggota Tim Ahli, Komite Nasional Good Corporate Governance (2001-sekarang)
  • Anggota Tim Pakar, Departemen Kehakiman dan HAM RI (2001-sekarang)
  • Konsultan Good Corporate Governance untuk PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Elnusa, PT Jamsostek, PT Waskita Karya, PT Surveyor Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Wijaya Karya, PT Pembangkitan Jawa Bali, PT Pelabuhan Indonesia III, Perum Pegadaian, PT Indonesia Power, PT Pupuk Sriwijaya, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (2001-2004)
  • Konsultan Corporate Communication, untuk PT Caltex Pacific Indonesia, PT PLN Kantor Pusat (200-2004)
  • Direktur Eksekutif, Lembaga Komisaris dan Direksi Indonesia (2001-2003)
  • Komisaris Utama, PT Pupuk Iskandar Muda (1999-Juli 2004)
  • Komisaris, PT Perusahaan Listrik Negara (1999-Mei 2002)
  • Komisaris, PT Pelabuhan Indonesia III (1998-Mei 2001)
  • Anggota, Komite Nasional Kebijakan Good Corporate Governance (1999-2000)
  • Staf Ahli Menteri Negara Pendayagunaan BUMN bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM/Asisten Kepala Badan Pembina BUMN Bidang Komunikasi dan Pengembangan SDM (Juni 1998-Februari 2000)
  • Kepala Divisi Riset dan Pengembangan, PT Bursa Efek Jakarta (Maret 1998-Juni 19988)
  • Konsultan, pada Asosiasi Modal Ventura Indonesia (AMVI); Brunei Investment Agency (BIA); Tabungan Wajib Perumahan TNI-AD (TWP-AD), dan lain-lain (1997)
  • Konsultan/Narasumber persiapan go public pada berbagai perusahaan PT Garuda Indonesia, PT Telkom, Pasaraya, Pupuk Kaltim, Bank Tata, SZS Consulting, Bank Jaya, dan lain-lain (1997)
  • Peneliti/Konsultan, Centre for Policy and Implementation Studies (CPIS)-Departemen Keuangan, menangani berbagai proyek antara lain Kupedes/Simpedes untuk BRI, Program Restrukturisasi BUMN, Perdagangan Internasional dan Kerjasama Regional, dan lain-lain (1997)
  • Tim mediasi perundingan pemerintah RI dan GAM di Helsinki, Finlandia, (2004-2005)

Pengalaman akademis dan organisasi


  • Dosen, pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (2001-sekarang)
  • Dosen, pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum UI (2000-sekarang)
  • Dosen, pada Fakultas Ekonomi dan Program Magister Manajemen Universitas Indonesia (FE-UI dan MM-UI) (1993-sekarang)
  • Dosen, pada Diklat Manajemen LPPM, Jakarta (1997)
  • Dosen, pada Diklat Pengembangan Kepemimpinan Profesional (DPKP) BUMN-Departemen Keuangan (1997)
  • Dosen, pada Program Magister Manajemen Universitas Sahid dan LPPM (1994-1995)
  • Dosen, pada Lembaga Manajemen Keuangan dan Akuntansi (LMKA), Yayasan Pengembangan Insan Pasar Modal (Yuppies), LM-Gika, Equitas Institute (1994-1995)


Pendapat saya tentang Tokoh ini adalah sosok beliau seperti ini sangat patut di contoh,karna Beliau adalah orang yang tidak mudah putus asa,mempunyai jiwa yang kepemimpinan.:):) 

sekian dari saya.



                                                                           KULINER
   Usaha dalam hal kuliner ini saya akan membuat Pemasaran,Target dan Posisi,
Menentukan Pemasaran menjadi langkah awal bagi kita sebelum akhirnya memulai sebuah usaha. Termasuk juga dalam menjalankan bisnis makanan dan minuman. Untuk bisa menghasilkan omset penjualan yang cukup besar, tentunya Anda harus pintar-pintar menciptakan inovasi menu makanan dan minuman sesuai dengan segmen konsumen yang telah Anda bidik. Bila Anda kurang jeli dengan minat pasar yang ada, bisa dipastikan bila produk kuliner yang Anda jajakan tidak akan berhasil diterima konsumen. Tentunya Anda tidak menginginkan resiko tersebut dialami oleh bisnis Anda bukan?
       Nah disini saya akan mulai pemasarannya dari kalangan bawah dulu seperti didaerah Kampus menu  yang saya tawarkan adalah makanan pokok seperti nasi, mie,nugget, minuman teh, atau aneka macam lauk-pauk dengan harga jual yang terjangkau.
Disini saya menargetkan konsumen yang akan membeli produk ini yaitu para masih yang memiliki umur yang muda sehingga mereka lebih mempunyai rasa ingin tau, oleh Mahasiswa.sehingga setiap ada suatu hal baru,mereka selalu berkeinginan untuk mencobanya.Maka Targett ini  dirasa cocok untuk produk yang mana produksinya dilakukan di Universitas.
Sedangkan posisitioning,yaitu bagaimana saya menempatkan usaha diantara pesaing usaha yang sejenis merupakan suatu tindakan  yang saya lakukan adalah melakukan inovasi produk,membuat kualitas rasa dan kenyamanan konsumen dalam membeli.





Nah ini adalah Logo untuk kuliner saya,yang artinya ada gambar orang ini menunjukkan usaha ini berdiri dimulai dari seseorang dan hanya ide dari dia bukan dari orang lain,sedangkan gambar kupu-kupu itu adalah pelayanan nya yang ramah dan rendah hati,dan kalau gambar bingkai yang dihiasi bunga serba hijau adalah menunjukka temannya nyaman dan asri.

okeyy sekian dulu dari saya mengenai STP :) mari Berbisniss. . .

mencobanya. Selain itu, masa-masa menjadi mahasiswa biasanya dijadikan sebagaiajang coba-coba makanan alias kuliner, maka target ini dirasa cocok untuk produkkami ini yang mana produksinya dilakukan di daerah universitas.
                                       SEGMENTING,TARGETING DAN POSISIONING
Pertemuan pengantar Bisnis,membahas materi STP. . .apa sih sebenarnya STP?? Nah disini saya akan membahas STP.
STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk ataupun jasa. STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion. STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing, apa pun konteksnya.
  • Segmentation : Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.
  • Targeting: Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.
  • Positioning: Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.
Dalam rangkaian proses marketing, STP ini ada di tahap awal yang paling penting yakni mengidentifikasikan customer value. STP ada di level strategis karena menentukan bagaimana kita menggarap pasar.
  • Product: Pertama-tama, untuk masuk ke pasar, kita harus memiliki produk yang bagus sesuai dengan target pasarnya
  • Price: Produk tersebut harus memiliki harga yang sesuai dengan target pasar.
  • Place: Lokasi atau tempat yang kita masuki juga menentukan keberhasilan menggarap target pasar.
  • Promotion: Ketiga P yang lain tak akan berarti tanpa promosi, yakni mengkomunikasikan produk kita kepada target pasar. Jika STP ada di level strategis, 4P bermain di level eksekusi.
Dalam proses marketing, 4P ini ada pada tahap menyalurkan customer value dan mengkomunikasikan customer value kepada pasar.
Analisa produk : KRATINGDAENG
Kratingdaeng adalah nama dagang sebuah minuman energi dari Austria/Thailand. Minuman ini dipasarkan sebagai penangkal kelelahan. Mengandung 27 gram of gula (glukosa, sukrosa), 1000 mg taurine, 600 mg glucuronolactone, vitamin B-complex dan 80 mg kafein dalam satu porsi 250 ml. Jumlah kafein ini sedikit di bawah kandungan satu cangkir kopi (100 mg) atau dua kali kandungan 1 kaleng COCA COLA. Minuman ini juga dikenal di berbagai negara sebagai RED BULL.
Kratingdaeng adalah pemimpin pasar di kategori Minuman Energi Cair. Beragam perhargaan baik ICSA dan IBBA telah diperoleh dari tahun ke tahun. Kandungannya yang mampu memulihkan stamina terbukti aman untuk dikonsumsi setiap hari.
PT.Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical adalah nama terpercaya sebagai distributor unggul di bidang minuman energi dan kesehatan.
Sebagai distributor tunggal produk Kratingdaeng, You C1000 Vitamin, You C1000 Water, Torpedo, Red Bull, yang lebih dikenal sebagai produk minuman energi dan kesehatan yang beredar di pasaran Indonesia, PT. Asiasejahtera Perdana Pharmaceutical selalu siap untuk memberikan pelayanan dan perhatian khusus yang dibutuhkan oleh semua mitra dagang dan pelanggan dengan kualitas yang memuaskan.
Segmentasi  :
Demografi, penjualan produk kratingdaeng ditujukan untuk para penduduk di Negara maju maupun berkembang yang mulai memberikan perhatian lebih terhadap minuman suplemen guna meningkatkan daya tahan. Kratingdaeng tidak menetapkan wilayah sasaran geografik. Dapat melayani semua segmen pasar. Untuk mendukung keberadaan barang kratingdaeng banyak menyebar dipasar-pasar eceran dibandingkan pedagang besar.
Targeting      :
Pria dan wanita. Berusia remaja sampai dewasa. Atlet, eksekutif, pelajar, yang menghendaki stamina prima. Banyak bertempat tinggal di daerah urban dan sub urban. Berpola pikir dinamis dan energik. Lalu merambah ke pasaran anakmuda sebagai selingan lifestyle anak muda masa kini. Dulu minuman berenergi cuma dicitrakan untuk orang yang mau begadang atau pekerja keras. Dalam perjalanan waktu, orang tahu, minuman ini juga cocok untuk siapa saja yang menghendaki stamina prima, dari eksekutif, pelajar hingga pekerja pria dan wanita. Bahkan, kini semakin banyak konsumen yang mengonsumsi minuman ini rutin, setiap hari, sesuai anjuran produsen Kratingdaeng itu, tiga botol/hari.
Berani menembus semua segmen pasar dari mulai aktivitas olah raga, fun bike, basket, bulu tangkis, sponsor Olah raga, pargelaran music, acara dansa hingga klub malam. dulu minuman berenergi cuma dicitrakan untuk orang yang mau begadang atau pekerja keras. Dalam perjalanan waktu, orang tahu, minuman ini juga cocok untuk siapa saja yang menghendaki stamina prima, dari eksekutif, pelajar hingga pekerja pria dan wanita. Bahkan, kini semakin banyak konsumen yang mengonsumsi minuman ini rutin, setiap hari, sesuai anjuran produsen Kratingdaeng itu, tiga botol/hari.
Positioning :
Dari contoh produk yang tersedia, kratingdadaeng memberikan manfaat untuk manambah vitalitas.  Kratingdaeng cenderung lebih unggul dibandingkan merek sejenis pada unsur rasa, kandungan dan efeknya pada kebugaran tubuh pada akhirnya perilaku konsumen sebagai pengguna minuman tersebut.